
TAMIANG LAYANG — Pemerintah Kabupaten Barito Timur resmi mengukuhkan Tim Tanggap Bencana Kabupaten Barito Timur sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana. Pengukuhan berlangsung Sabtu (7/2/2026), sekaligus menandai keseriusan daerah ini membangun sistem kesiapsiagaan yang cepat, terkoordinasi, dan akuntabel.
Sekretaris Daerah Barito Timur sekaligus Kepala BPBD Damkar, Drs. Misnohartaku, M.Ec., Dev., CGRE, dalam laporannya yang dibacakan oleh Kalaksa BPBD Damkar Ahmad Gazali menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk memastikan negara hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi jauh sebelum risiko itu datang.
“Tim ini dibentuk untuk menjamin respon yang cepat, tepat, dan efektif, dengan koordinasi lintas sektor serta pertanggungjawaban yang jelas dalam setiap tindakan,” ujar Sekda di hadapan Bupati Barito Timur, unsur Forkopimda, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.
Tim Tanggap Bencana Kabupaten Barito Timur dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 180/410/HUK/2025, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, ORARI/RAPI, dunia usaha pertambangan dan perkebunan, Pramuka, Paskibraka, serta masyarakat desa. Sinergi lintas sektor ini dirancang agar daerah memiliki kekuatan respons terpadu saat menghadapi situasi darurat.

Misnohartaku menambahkan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak terbentuknya sistem penanggulangan bencana yang terstruktur dan siap bergerak dalam hitungan menit ketika ancaman muncul.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap potensi bencana di Barito Timur dihadapi dengan kesiapan maksimal, bukan kepanikan,” katanya.
Selain pengukuhan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelatihan dan simulasi penanganan bencana, melibatkan BASARNAS Kalimantan Tengah, BPBPK Provinsi Kalteng, PLN Tamiang Layang, Dinas Kesehatan, serta DP3AKB Barito Timur. Materi yang diberikan mencakup simulasi penyelamatan korban tenggelam akibat banjir hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas personel dan relawan agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi di lapangan, sekaligus memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana.
“Dengan terbentuknya Tim Tanggap Bencana ini, kami berharap Barito Timur semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman, sekaligus mendukung terwujudnya Bartim Segah—Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis,” ujar Misnohartaku.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah tidak menunggu bencana datang, tetapi memilih membangun kesiapsiagaan sejak dini demi keselamatan warganya.(cak/sul/har/faj)

![]()
