
TAMIANG LAYANG – Bunda Literasi Kabupaten Barito Timur, Ny. Misnawaty M. Yamin, mengajak seluruh sekolah menengah atas menjadikan perpustakaan sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik Tingkat SMA Tahun 2026 yang dilaksanakan di SMAN 1 Tamiang Layang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur Ari Panan P. Lelo beserta jajaran, Kepala SMAN 1 Tamiang Layang, kepala perpustakaan, guru, pengelola perpustakaan, serta para siswa.
Dalam sambutannya, Ny. Misnawaty menegaskan bahwa jenjang SMA merupakan fase penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis peserta didik. Menurutnya, jika pada jenjang sekolah dasar anak-anak dibangun fondasi membaca, maka di tingkat SMA mereka harus mampu membaca dunia, memahami data, menganalisis berbagai isu, hingga mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Kalau SD itu fondasi membaca, maka SMA adalah puncaknya berpikir. Kalian bukan lagi sekadar membaca cerita, tetapi membaca dunia, membaca data, membaca isu, dan membaca masa depan. Karena itu perpustakaan SMA harus menjadi laboratorium ide, tempat berdiskusi, melakukan riset, dan melahirkan pemimpin masa depan Barito Timur,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Literasi menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan budaya literasi di sekolah.
Kepada para siswa, ia mengajak agar menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang dikunjungi karena rasa ingin tahu, bukan semata-mata karena kewajiban. Ia mendorong para pelajar memperluas wawasan dengan membaca buku-buku tentang kewirausahaan, teknologi, sejarah Dayak, hingga informasi mengenai beasiswa sebagai bekal meraih cita-cita.
“Dari buku, kalian bisa membuka jalan menuju pendidikan yang lebih tinggi dan menjadi generasi yang mampu memimpin Barito Timur di masa depan,” katanya.
Kepada kepala sekolah dan para guru, Ny. Misnawaty berharap perpustakaan benar-benar menjadi jantung sekolah yang hidup dengan berbagai aktivitas literasi. Ia mengusulkan agar sekolah rutin mengadakan bedah buku, diskusi isu-isu terkini, lomba menulis esai, hingga menghadirkan Pojok Karier Pelajar sebagai pusat informasi dan bimbingan bagi siswa dalam mengenali bakat, memilih jurusan pendidikan, serta merencanakan masa depan.

Menurutnya, keberadaan Pojok Karier akan membantu siswa memperoleh gambaran mengenai berbagai pilihan profesi dan studi lanjut yang sesuai dengan minat serta potensi masing-masing.
Sementara itu, kepada para pengelola perpustakaan, Bunda Literasi menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengembangkan layanan perpustakaan di tengah tantangan era digital.
Ia mendorong para pustakawan terus berinovasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi budaya membaca, seperti membuat konten resensi buku di TikTok, menghadirkan program “Sehari Menjadi Pustakawan”, hingga menciptakan sudut baca yang menarik dan nyaman agar menjadi ruang favorit bagi para pelajar.
“Menang atau kalah dalam lomba adalah hal yang biasa. Tetapi yang tidak boleh kalah adalah semangat kita membangun budaya baca di Barito Timur. Mari kita buktikan bahwa anak-anak Barito Timur tidak hanya berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga unggul dalam literasi dan kemampuan berpikir,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap seluruh sekolah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Ny. Misnawaty mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan pembinaan sebagai kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan membawa perubahan nyata bagi pengembangan perpustakaan sekolah.
“Dengan literasi, Generasi Barito Timur siap menjadi pemimpin masa depan.” pungkasnya.(cak/har)
![]()
