
TAMIANG LAYANG – Sebanyak 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Barito Timur ambil bagian dalam Bartim Expo 2026 yang digelar selama delapan hari, 8–15 Agustus 2026. Seluruh UMKM peserta telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mendorong usaha masyarakat semakin tertib dan memiliki legalitas.
Kehadiran puluhan UMKM lokal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Bartim Expo 2026 yang dipusatkan di Stadion Patianom. Produk yang ditawarkan cukup beragam, namun didominasi usaha kuliner makanan dan minuman, serta produk kebutuhan masyarakat seperti pakaian, sandal dan berbagai produk usaha lainnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Barito Timur memastikan seluruh UMKM yang berpartisipasi merupakan pelaku usaha lokal Barito Timur. Bagi pelaku UMKM yang sebelumnya belum memiliki NIB, pemerintah daerah memberikan pendampingan untuk membantu proses pengurusannya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan UMKM dalam Bartim Expo tidak hanya diarahkan untuk meramaikan kegiatan pameran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan legalitas pelaku usaha di daerah.
Ketua Panitia Bartim Expo 2026, Misnohartaku, dalam laporannya pada pembukaan Bartim Expo 2026 akhir pekan lalu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang kemitraan dan memperluas promosi produk.
“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang fasilitasi kemitraan serta promosi produk,” jelasnya.
Menurut Misnohartaku, Bartim Expo 2026 tidak hanya melibatkan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD/BUMN, perbankan, organisasi masyarakat hingga pelaku usaha di Kabupaten Barito Timur.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan menciptakan ruang interaksi dan peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk dalam pengembangan usaha, akses kemitraan maupun promosi produk unggulan daerah.
Bartim Expo 2026 berlangsung selama delapan hari, mulai 8 hingga 15 Agustus 2026. Selain menjadi ruang promosi bagi berbagai program dan potensi daerah, kegiatan ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui aktivitas perdagangan selama pameran berlangsung.
Panitia memproyeksikan perputaran omzet selama pelaksanaan Bartim Expo 2026 dapat mencapai sekitar Rp2 miliar.
Target tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya potensi kegiatan pameran daerah sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dengan melibatkan 60 UMKM lokal yang telah memiliki legalitas usaha, Bartim Expo 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pameran, tetapi menjadi momentum bagi UMKM Barito Timur untuk naik kelas, memperluas pasar dan membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat pendampingan kepada pelaku UMKM, terutama dalam aspek legalitas, peningkatan kualitas produk, pemasaran dan akses pembiayaan, sehingga potensi UMKM lokal dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Timur.(cak)
![]()
