
TAMIANG LAYANG — Memperingati Hari Kartini, Rabu (21/4/2026), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur kembali menggelar kegiatan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan minat baca serta kunjungan anak usia dini ke perpustakaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Barito Timur, Ari Panan P. Lelo, menjelaskan bahwa program ini rutin dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti kursus bahasa Inggris dan kursus komputer gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Kegiatan ini kami dorong untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, sekaligus meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM),” ujarnya.
Menurutnya, terdapat tujuh variabel penilaian serta tiga dimensi utama yang harus dipenuhi dalam peningkatan literasi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai inovasi layanan terus dilakukan, termasuk menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Dalam program tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang mendorong peningkatan keterampilan dan kesejahteraan.
“Perpustakaan desa juga kami dorong untuk aktif menghadirkan layanan kepada masyarakat, melibatkan berbagai unsur, termasuk pendidikan usia dini dan pelatihan keterampilan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap program prioritas Bupati Barito Timur, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
Melalui momentum Hari Kartini, DPK Barito Timur berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.(cak)

![]()
