
TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Bapplitbangda kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam), kali ini di Kecamatan Awang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Barito Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Osa Awatanu.
Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur Kariato, Rayanto, dan Trisna Andrilawitni; para Kepala OPD se-Kabupaten Barito Timur beserta jajaran; unsur Forkopimcam; para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Awang; tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Camat Awang, Fernando, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangcam merupakan momentum penting untuk menghimpun dan menyepakati usulan prioritas dari desa maupun instansi di tingkat kecamatan sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
“Tahun ini total ada 173 usulan yang disampaikan melalui Musrenbangcam Kecamatan Awang,” ujar Fernando.
Ia merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 27 usulan berasal dari tingkat kecamatan dan instansi terkait seperti Polsek, Koramil, Puskesmas, UPT pendidikan dan lainnya. Sementara 146 usulan berasal dari 11 desa di Kecamatan Awang.
Menurutnya, dari ratusan usulan tersebut terdapat beberapa yang dinilai sangat prioritas dan mendesak untuk direalisasikan. Salah satunya adalah lanjutan pelebaran dan peningkatan jalan Tamiang Layang–Hayaping (Hayabin) yang sebelumnya telah dianggarkan pada 2025.

Fernando menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur serta perangkat daerah terkait atas realisasi pelebaran jalan tersebut yang dinilai sangat membantu kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami tetap mengusulkan agar pada 2027 dilakukan pelebaran dan peningkatan lanjutan ruas Tamiang Layang–Hayaping,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan Jembatan Sei Awang juga kembali diusulkan. Selama ini jembatan tersebut masih berbahan kayu dan dinilai perlu diganti dengan konstruksi beton demi keselamatan dan kelancaran transportasi warga.
Perbaikan dan peningkatan jalan antar desa di Kecamatan Awang juga menjadi perhatian serius. Beberapa ruas yang disoroti antara lain jalan Hayaping–Binwan, Binwan–Danau–Janah Masawui, Hayaping–Ampari–Piango–Ampah Batu, hingga Hayaping–Takan dan Bantir Raya. Termasuk pula usulan peningkatan jalan Hayaping–Janah Nyari.
“Banyak jalan antar desa yang kondisinya sudah rusak dan sangat membutuhkan penanganan. Kami berharap ada perbaikan, baik melalui tambal sulam maupun pembangunan baru,” katanya.
Fernando juga mengapresiasi peran aktif para kepala desa dan masyarakat yang secara swadaya melakukan perbaikan sementara pada jalan-jalan rusak.

Dari masing-masing desa, lanjutnya, telah ditetapkan satu usulan prioritas utama. Di antaranya pembangunan parkir dan halaman Kantor Desa Takan; pembangunan dua jembatan di Desa Bangkirai; pengaspalan jalan Binalagi–Hayaping sepanjang kurang lebih dua kilometer; pembangunan jembatan di Desa Piango; perbaikan jembatan Semangat dan Berundung di Desa Ampah Batu; pembangunan jembatan Gorton di Janah Masawui; perbaikan jembatan di Desa Binwan; pembangunan drainase di Desa Danau dan Bukit Raya; serta pembangunan beronjong dan siring di Desa Ampari.
Camat Awang menegaskan bahwa usulan-usulan tersebut juga selaras dengan program prioritas kepala daerah, khususnya Program Nomor 16 yang menargetkan 100 persen jalan dalam kondisi layak.
“Kami berharap usulan prioritas ini dapat terealisasi pada 2027 sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kecamatan Awang,” pungkasnya.(sul).

![]()
