
TAMIANG LAYANG – Sebanyak sembilan kepala desa dari Kabupaten Barito Timur terpilih mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan desa yang lebih maju dan berdampak bagi masyarakat.
Program yang digagas Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa tersebut berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kampus Utama Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala desa, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, serta memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan pembangunan berbasis data dan inovasi potensi lokal.
Sembilan kepala desa asal Barito Timur yang mengikuti program tersebut yakni Kepala Desa Bambulung Ego Taufan H, Kepala Desa Dayu Erto, S.AP, Kepala Desa Bagok Risa Ramayati, Kepala Desa Rodok Jaro Lelond Tuah, ST, Kepala Desa Murutuwu Empas, Kepala Desa Tangkum Dasah, S.Sos, Kepala Desa Matabu Juni Setiawan, Kepala Desa Turan Amis Leonardus, serta Kepala Desa Tampu Langit Kasiati.
Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, membenarkan dirinya bersama delapan kepala desa lainnya memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran di Universitas Indonesia.
“Benar, kami mendapat kesempatan mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus di Universitas Indonesia. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan desa agar semakin profesional dan mampu menghadirkan inovasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan belajar langsung di lingkungan akademik Universitas Indonesia merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi kepala desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari akademisi Universitas Indonesia dan narasumber Kementerian Dalam Negeri. Materi yang diberikan meliputi governansi dan kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan desa, manajemen informasi publik, perencanaan dan pengelolaan keuangan desa berbasis data, hilirisasi ekonomi desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi sosial dan kemitraan desa.
Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga diminta menyusun rencana implementasi inovasi berbasis design thinking yang nantinya diharapkan dapat diterapkan di desa masing-masing sebagai solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan desa.
Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia untuk menyetarakan kompetensi kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, para kepala desa dibekali kemampuan teknis administrasi pemerintahan, pengelolaan APBDes, tata kelola keuangan negara, kepemimpinan, hingga pengembangan kewirausahaan desa agar mampu menggali potensi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dengan keikutsertaan sembilan kepala desa tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi baru yang dapat memperkuat pembangunan desa di Kabupaten Barito Timur. Transfer pengetahuan dari lingkungan akademik ke pemerintahan desa diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang semakin transparan, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.(cak)
![]()
