
TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Senin (14/9/2026).Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Timur, Sekretaris Daerah, Kapolres Barito Timur, Danyon TP 924/Uria Mapas, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD se-Kabupaten Barito Timur, hingga para Camat.Rakor ini digelar guna memantapkan langkah konkret serta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) penanganan Karhutla pasca penetapan status Tanggap Darurat Karhutla yang berlaku sejak 24 Agustus hingga 30 September 2026 mendatang.

Dalam arahannya, Bupati Barito Timur M. Yamin menegaskan pentingnya pergeseran posko dan pemetaan kekuatan personel menuju wilayah-wilayah dengan tingkat kejadian karhutla yang tinggi, seperti Kecamatan Pematang Karau, Karusen Janang, Raren Batuah, Paju Epat, Patangkep Tutui, dan Dusun Tengah.Sebagai rencana tindak lanjut utama, Pemkab Barito Timur bersama unsur Forkopimda menyepakati pembagian posko penanganan Karhutla menjadi 6 wilayah strategis: * Posko Wilayah Dusun Tengah, meng-cover kejadian karhutla di Kecamatan Pematang Karau, Dusun Tengah, dan Raren Batuah. * Posko Wilayah Karusen Janang, dilengkapi dengan armada mobil pemadam kebakaran (damkar) dan tangki air. * Posko Wilayah Paju Epat, dilengkapi armada damkar dan tangki air. * Posko Wilayah Patangkep Tutui. * Posko Wilayah Perbatasan Paku dan Awang. * Posko Induk Kabupaten, dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Barito Timur.

Selain penataan posko, sejumlah langkah aksi strategis lainnya juga disepakati dalam rencana tindak lanjut rakor ini, di antaranya: * Penguatan Edukasi dan Hukum: Mengintensifkan sosialisasi larangan pembakaran hutan dan lahan melalui baliho, spanduk, brosur, serta media sosial, diimbangi dengan tindakan dan sanksi pidana tegas dari aparat penegak hukum bagi oknum penyabab kebakaran lahan. * Pasokan Air dan Infrastruktur: Dinas PUPR sedang memproses lelang pembuatan sumur bor untuk menyokong pasokan air penpadaman. Selain itu, penyediaan air bersih didukung oleh 19 armada tangki PDAM secara bergantian. * Dukungan Armada dan Logistik: Pemanfaatan alat berat Dinas PUPR (Hexa, Bulldozer, Compact, Grader), 9 unit Jonder Dinas Pertanian, serta optimalisasi pemantauan udara menggunakan 8 unit drone lintas OPD.

* Tindakan Lapangan & Patroli: Melakukan penyekatan jalur guna memutus sebaran api, berkolaborasi dengan BPN untuk pemetaan peta kerawanan, serta pelaksanaan gelar operasi patroli rutin oleh jajaran Kepolisian. * Dukungan Personel dan Kesehatan: Pengerahan kekuatan penuh yang melibatkan 300 personel Polres Barito Timur (ditambah BKO 100 personel Polres Pulang Pisau) serta 500 personel TNI Batalyon TP 924/Uria Mapas.

Sementara sektor kesehatan telah menyalurkan ambulans, tabung oksigen, masker, dan obat-obatan hingga ke Puskesmas dan Pustu. * Percepatan Akuntabilitas Anggaran: Mengatur metode pencairan dana percepatan, di mana Camat dapat mengajukan Telahan Staf langsung ke Setda, sedangkan unsur TNI/Polri difasilitasi melalui BPBD selaku Satgas Karhutla.Melalui rencana tindak lanjut yang terstruktur ini, Bupati M. Yamin berharap seluruh elemen pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat dapat bergerak secara padu dan cepat dalam menanggulangi serta menekan potensi perluasan Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur.(har)

![]()
