Screenshot

TAMIANG LAYANG– Di tengah kemarau panjang yang mulai mengeringkan sumber-sumber air warga, Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah bergerak cepat membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Desa Saing, Rabu (2/9/2026).Penyaluran air bersih tersebut merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah dalam menyikapi semakin sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.Camat Dusun Tengah Prismayandi mengatakan, kondisi sumber air di wilayahnya saat ini mulai mengkhawatirkan. Sejumlah sumur warga mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.“Akibat kemarau, sumber-sumber air di wilayah Kecamatan Dusun Tengah mulai kering. Di Desa Saing, hari ini kita menyuplai sekitar 1.200 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Prismayandi.Menurutnya, setelah Desa Saing, penyaluran air bersih akan dilanjutkan ke Desa Rodok pada Kamis (3/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh kondisi kemarau panjang.Prismayandi menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, hampir 70 persen sumur masyarakat di Desa Saing dan Desa Rodok telah mengalami kekeringan.Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, untuk mendapatkan sekitar 1.200 liter air, warga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, yakni berkisar Rp120 ribu hingga Rp180 ribu.Karena itu, menurut Prismayandi, suplai air bersih yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam mengurangi pengeluaran untuk membeli air.“Suplai ini sifatnya sementara, sambil menunggu musim kemarau berlalu dan sumber-sumber air kembali tersedia. Yang paling penting saat ini bagaimana kebutuhan air bersih masyarakat untuk rumah tangga tetap terpenuhi,” ujarnya.Langkah cepat Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah tersebut menjadi bentuk respons nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di tengah ancaman kekeringan. Tidak hanya menunggu kondisi memburuk, pemerintah kecamatan berupaya hadir langsung untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap mendapat perhatian.Prismayandi menegaskan, pihaknya akan terus menyikapi perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.“Ini merupakan upaya kita membantu masyarakat menyikapi kemarau panjang dan mulai keringnya sumber-sumber air bersih. Air yang disuplai diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat,” pungkasnya.(cak)

![]()
