
PEMATANG KARAU – Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, berubah menjadi panggung budaya yang meriah ketika Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, secara resmi membuka Festival Nange Raren yang menghadirkan permainan rakyat dan olahraga tradisional di atas serta di sekitar aliran sungai tersebut.Pembukaan festival berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, Pemerintah Desa Bambulung, Pemerintah Kecamatan Pematang Karau, serta seluruh masyarakat yang telah berinovasi menghadirkan sebuah panggung kebudayaan yang unik dan memukau.

Menurutnya, Sungai Raren tidak sekadar merupakan bentangan alam yang mengaliri Desa Bambulung. Sungai tersebut telah menjadi urat nadi kehidupan, sumber penghidupan, sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan peradaban masyarakat setempat.“Aliran Sungai Raren disulap menjadi panggung megah tempat melestarikan warisan leluhur,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Sekda.Pelaksanaan pertunjukan seni, permainan rakyat hingga olahraga tradisional yang digelar langsung di atas aliran Sungai Raren dinilai memberikan daya tarik visual dan sensasi tersendiri. Lebih dari sekadar hiburan dan perlombaan, Festival Nange Raren menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat.Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

Masyarakat diajak untuk menjadikan festival sebagai momentum untuk terus menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Sungai Raren.Kemeriahan Harus Berjalan Seiring KeselamatanDi tengah kemeriahan festival yang berlangsung di kawasan perairan, Misnohartaku memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di atas dan sekitar aliran Sungai Raren harus mengutamakan keamanan peserta maupun masyarakat.“Kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan rasa aman,” tegasnya dalam sambutan.Kepada para peserta, Sekda mengingatkan agar seluruh panduan teknis dan arahan keselamatan dari panitia dipatuhi. Peserta juga diminta menggunakan perlengkapan keselamatan perairan, seperti jaket pelampung atau life vest, sesuai standar perlombaan serta memastikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum mengikuti pertandingan.Sementara bagi masyarakat dan penonton, ia mengimbau agar tetap berada di area yang telah ditentukan dan aman di sepanjang tepian sungai. Penonton juga diminta tidak berdesak-desakan di pinggir sungai, jembatan maupun rakit sementara yang memiliki batas kapasitas beban.Pengawasan terhadap anak-anak juga menjadi perhatian. Orang tua dan orang dewasa diminta memberikan pengawasan ekstra agar anak-anak tidak bermain di dekat bibir air tanpa pendampingan.Kepada panitia pelaksana dan tim penyelamat, Sekda meminta agar tim medis, petugas water rescue, serta armada pertolongan dipastikan dalam kondisi siap siaga di lokasi-lokasi rawan sepanjang jalur kegiatan.Budaya, Sportivitas dan KebersamaanMisnohartaku juga mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan dan rasa persaudaraan.“Semoga Sungai Raren terus mengalirkan keberkahan, semangat kebersamaan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Bambulung dan Kabupaten Barito Timur,” harapnya.Dengan memohon petunjuk, ridho dan izin Tuhan Yang Maha Kuasa, Sekda Barito Timur Misnohartaku kemudian secara resmi menyatakan Festival Nange Raren di Desa Bambulung dibuka.Sejumlah Unsur Hadir Kegiatan tersebut diantaranya Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Camat Pematang Karau dan tamu undangan(cak).

![]()
